Prestasi Belajar Bahasa Indonesia
Pendahuluan
A.
Latar
belakang
Prestasi belajar adalah hal yang akan di dapatkan seseorang setelah belajar
dalam kurun waktu tertentu dan telah melalui evaluasi. Dalam belajar dan pembelajaran di manapun pasti ada materi yang
disampaikan. Dan pasti salah satu tujuan pendidik adalah agar materi tersebut
dapat tersampaikan dengan baik pada setiap peserta didik, dan mereka pun dapat
memanfaatkannya di dalam kehidupannya mendatang. Segala sesuatu yang
disampaikan pada saat pembelajaran dapat diukur dan dievaluasi agar diketahui
bagaimana hasil dan prestasi yang dicapai. Maka dari itu, perihal prestasi
belajar dan evaluasinya akan dibahas dalam tulisan ini.
B.
Rumusan
masalah
1.
Apa
itu prestasi?
2.
Apa
itu prestasi belajar?
3.
Bagaimana
mengevaluasi prestasi belajar khususnya dalam bidang fonologi?
C.
Tujuan
1. Mengetahui apa itu prestasi.
2. Memahami apa itu prestasi belajar.
3. Mengetahui cara mengevaluasi prestasi belajar
dalam bidang fonologi.
Isi
A.
Pengertian Prestasi
Menurut Sardiman A.M (2001:46) “Prestasi adalah kemampuan nyata yang
merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari
dalam maupun dari luar individu dalam belajar”. Sedangkan pengertian prestasi menurut
A. Tabrani (1991:22) “Prestasi adalah kemampuan nyata (actual ability) yang
dicapai individu dari satu kegiatan atau usaha”.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996:186) “Prestasi adalah hasil yang
telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)”. Sedangkan menurut W.S
Winkel (1996:165) “Prestasi adalah bukti usaha yang telah dicapai.
Jadi Prestasi adalah
hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Sedangkan prestasi
belajar adalah sesuatu yang dapat dicapai atau tidak dapat dicapai oleh
seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar, baik disekolah maupun di luar
sekolah.
B.
Prestasi Belajar
Banyak
pengertian menurut para ahli mengenai prestasi belajar. Menurut Asmara prestasi
belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam pengusahaan pengetahuan dan
keterampilan yang dikembangkan dalam pelajaran lazimnya ditunjukkan dengan tes
angka nilai yang diberikan oleh guru (Asmara. 2009 : 11). Dan menurut Hetika
prestasi belajar adalah pencapaian atau kecakapan yang dinampakkan dalam
keahlian atau kumpulan pengetahuan (Hetika. 2008 : 23). Dan menurut Harjati prestasi
belajar adalah hasil usaha yang dilakukan dalam menghasilkan perubahan yang
dinyatakan dalam bentuk symbol untuk menunjukan kemampuan pencapaian dalam
hasil kerja dalam waktu tertentu. (Harjati. 2008:43). Dapat disimpulkan, para
ahli berpendapat bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai atau
pencapaian yang didapat oleh seseorang. Namun bagaimana prestasi dapat
diketahui? Prestasi dapat diketahui dengan evaluasi, yaitu evaluasi prestasi
belajar.
C.
Evaluasi Belajar
Kata
evaluasi merupakan penyaduran bahasa dari kata evaluation dalam bahasa
inggris, yang lazimnya diartikan penaksiran atau penilaian. Kata kerjanya
adalah evaluate, yang berarti menaksir atau menilai.[1]
Sejumlah ahi seperti Grounlund, Nurkancana dan Raka Joni
mengemukanan pendapat mengenai evaluasi. Menurut Grounlund (1976) “evaluation
is a systematic process of determining the extent to which instructional
objectives are achieved by pupil”. Di sisi lain Nurkancara (1983)
menyatakan bahwa evaluasi dilakukan berkenaan denga proses kegiatan untuk
menentukan nilai sesuatu. Sementara Raka Joni (1975) mengartikan evaluasi
sebagai suatu proses mempertimbangkan sesuatu barang atau gejala dengan
mempertimbangkan pada patokan-patokan tertentu. Patokan tersebut mengandung
pengertian baik-tidak baik, memadai tidak memadai, memenuhi syarat tidak
memenuhi syarat, dengan perkataan yang telah ditentukan sebelumnya. [2]
Menurut saya evaluasi belajar adalah suatu penilaian terhadap keberhasilan
siswa dalam mencapai tujuan (standar nilai) yang telah di tentukan oleh
Instansi yang sebelumnya siswa telah melakukan proses belajar dalam pendidikan
dengan jenjang waktu yang telah ditentukan.
Di
dalam surat al-Ankabut Allah berfirman:
Artinya:
Apakah
manusia itu mengira, bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan : “kami
telah beriman”, sedang mereka tidak diuji (dievaluasi) lagi ? Dan sesungguhnya
kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah
mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang
yang dusta. (QS. Al-Ankabut, 29:2-3).
Evaluasi
belajar memiliki beberapa tujuan :
|
TUJUAN
UMUM
|
|
Mengumpulkan
data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam mencapai tujuan yang
diharapkan
|
|
Memungkinkan
pendidik/guru menilai aktivitas/pengalaman yang didapat
|
|
Meniali
metode belajar yang dipergunakan
|
|
TUJUAN
KHUSUS
|
|
Merangsang
kegiatan siswa
|
|
Menemukan
sebab-sebab kemajuan atau kegagalan
|
|
Memperbaiki
mutu
|
|
Memberikan
bimbingan yang sesuai sengan kebutuhan bakat siswa
|
|
Memperoleh
laporan tentang perkembangan siswa yang diperlukan orang tuan dan lembaga
pendidikan
|
Macam-macam
evaluasi belajar :
|
Evaluasi formatif
|
Fungsinya untuk memperbaiki proses belajar mengajar ke arah yang
lebih baik, atau memperbaiki program satuan pelajaran yang telah digunakan
|
|
Evaluasi Somatif
|
Fungsinya untuk menentukan angka/nilai murid setelah mengikuti
program pengajaran dalam satu semester atau akhir suatu program bahan
pengajaran
|
|
Evaluasi Placement (penempatan)
|
Fungisnya untuk mengetahui keadaan anak termasuk keadaan seluruh
pribadinya, agar anak tersebut dapat ditempatkan pada posisinya yang tepat
|
|
Evaluasi Diagnostik
|
Fungsinya untuk megetahui masalah-masalah apa yang diderita atau
yang menggangu anak didik, sehingga ia mengalami kesulitan belajar
|
D.
Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dalam Bidang
Fonologi
Di
atas telah dibahas apa itu prestasi belajar dan evaluasinya. Dan prestasi
belajar dalam bahasa Indonesia pun dapat dilihat sejauh mana tujuan-tujuan
telah tercapai.
Salah
satu pelajaran yang dibahas dalam bahasa Indonesia adalah fonologi. Secara
singkat fonologi adalah sebuah ilmu yang tentang bunyi. Lazimnya diartikan
sebagai bagian dari kajian linguistik yang mempelajari, membahas, membicarakan,
dan menganalisis bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat-alat ucap
manusia.[3]
Baik yang membedakan makna kata atau pun tidak.
Dalam
fonologi dapat diterapkan berbagai metode pembelajaran. Berikut ini beberapa
metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran fonologi:
1. Metode Eksperimen
•
Yaitu
metode yang mengedepankan aktivitas percobaan, sehingga siswa mengalami dan membuktikan
sendiri sesuatu yang dipelajari.
•
Dalam
fonologi, ada pembahasan mengenai artikulasi, sehingga siswa dituntut untuk
dapat membuktikan sendiri dari mana bunyi-bunyi tersebut keluar dan bagaimana
prosesnya.
2. Metode Tugas
•
Yaitu
guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar
3. Metode Diskusi
•
Yaitu
siswa dihadapkan pada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan
yang ersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama
4. Metode Demonstrasi
•
Metode
ini mengedepankan peragaan atau pertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi,
atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya atau tiruan, yang
sering disertai dengan penjelasan lisan
5. Metode Tanya Jawab
•
Metode
ini menggunakan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh para
siswa
6. Metode Ceramah
•
Metode
ini merupakan metode tradisional, namun demikian metode ini memiliki fungsi
penting untuk membengun komunikasi antara pengajar dan pembelajar
Selanjutnya
adalah bagaimana mengevaluasi pembelajaran fonologi? Ada berbagai cara evaluasi
belajar yang terpapar di atas, namun yang biasa digunakan dalam pembelajaran
fonologi adalah evaluasi formatif dan evaluasi somatif. Karena memasng untuk
pembelajaran fonologi, dibutuhkan evaluasi formatif, dari bagaimana keaktifan
seseorang di dalam kelas. Sehingga dapat terlihat bagaimana proses belajar di
kelas juga dapat memperbaikinya bila memang masih ada kesalahan atau pn
kekurangan.
Evaluasi
somatif pun diperlukan, karena prestasi belajar biasanya terlihat jelas dari
evaluasi somatif ini. Evaluasi domatif yang menghitung angka/nilai
menjadikannya sebagai evaluasi yang konkrit dan dapat terlihat karena diukur
berdasarkan nilai. Semakin tinggi nilai yang didapatkan seseorang maka
keberhasilan belajar semakin terlihat. Karena dari sini dapat diketahui sejauh
mana seseorang menguasi suatu pelajaran.
Evaluasi
somatif ini pun memiliki dua macam jenis test yaitu, tes objektif dan tes
essay. Tes objektif merupakan tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan
secara objektif biasanya berbentuk pilihan ganda. Sedangkan tes essay adalah
tes yang menuntut seseorang untuk mengingat, memahami, mengerti, dan
selanjutnya menuliskan dengan uraiannya sendiri dan dengan bahasanya sendiri
pula.
Dengan evaluasi juga
sebenarnya seseorang pun sedang diuji (dievaluasi) kejujurannya, juga
keimanannya. Karena memang ujian dapat menaikkan atau pun merendahkan derajat
seseorang.
Sumber :
Dra. Eveline Siregar, M.Pd. &
Hartini Nara, M.Si. Teori belajar dan pembelajaran, Bogor: Ghalia Indonesia.
2014
Abdul chaer, fonologi bahasa Indonesia, Jakarta: rieke
cipta 2013





