Selasa, 09 Juni 2015

Prestasi Belajar dan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Bidang Fonologi

Prestasi Belajar Bahasa Indonesia
Pendahuluan
A.    Latar belakang
Prestasi belajar adalah hal yang akan di dapatkan seseorang setelah belajar dalam kurun waktu tertentu dan telah melalui evaluasi. Dalam belajar dan pembelajaran di manapun pasti ada materi yang disampaikan. Dan pasti salah satu tujuan pendidik adalah agar materi tersebut dapat tersampaikan dengan baik pada setiap peserta didik, dan mereka pun dapat memanfaatkannya di dalam kehidupannya mendatang. Segala sesuatu yang disampaikan pada saat pembelajaran dapat diukur dan dievaluasi agar diketahui bagaimana hasil dan prestasi yang dicapai. Maka dari itu, perihal prestasi belajar dan evaluasinya akan dibahas dalam tulisan ini.
B.     Rumusan masalah
1.      Apa itu prestasi?
2.      Apa itu prestasi belajar?
3.      Bagaimana mengevaluasi prestasi belajar khususnya dalam bidang fonologi?
C.     Tujuan
1.      Mengetahui apa itu prestasi.
2.      Memahami apa itu prestasi belajar.
3.      Mengetahui cara mengevaluasi prestasi belajar dalam bidang fonologi.

Isi
A.    Pengertian Prestasi

Menurut Sardiman A.M (2001:46) “Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar”. Sedangkan pengertian prestasi menurut A. Tabrani (1991:22) “Prestasi adalah kemampuan nyata (actual ability) yang dicapai individu dari satu kegiatan atau usaha”.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996:186) “Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)”. Sedangkan menurut W.S Winkel (1996:165) “Prestasi adalah bukti usaha yang telah dicapai.

Jadi Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Sedangkan prestasi belajar adalah sesuatu yang dapat dicapai atau tidak dapat dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar, baik disekolah maupun di luar sekolah.

B.     Prestasi Belajar

Banyak pengertian menurut para ahli mengenai prestasi belajar. Menurut Asmara prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam pengusahaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan dalam pelajaran lazimnya ditunjukkan dengan tes angka nilai yang diberikan oleh guru (Asmara. 2009 : 11). Dan menurut Hetika prestasi belajar adalah pencapaian atau kecakapan yang dinampakkan dalam keahlian atau kumpulan pengetahuan (Hetika. 2008 : 23). Dan menurut Harjati prestasi belajar adalah hasil usaha yang dilakukan dalam menghasilkan perubahan yang dinyatakan dalam bentuk symbol untuk menunjukan kemampuan pencapaian dalam hasil kerja dalam waktu tertentu. (Harjati. 2008:43). Dapat disimpulkan, para ahli berpendapat bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai atau pencapaian yang didapat oleh seseorang. Namun bagaimana prestasi dapat diketahui? Prestasi dapat diketahui dengan evaluasi, yaitu evaluasi prestasi belajar.
C.    Evaluasi Belajar

Kata evaluasi merupakan penyaduran bahasa dari kata evaluation dalam bahasa inggris, yang lazimnya diartikan penaksiran atau penilaian. Kata kerjanya adalah evaluate, yang berarti menaksir atau menilai.[1] Sejumlah ahi seperti Grounlund, Nurkancana dan Raka Joni mengemukanan pendapat mengenai evaluasi. Menurut Grounlund (1976) “evaluation is a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupil”. Di sisi lain Nurkancara (1983) menyatakan bahwa evaluasi dilakukan berkenaan denga proses kegiatan untuk menentukan nilai sesuatu. Sementara Raka Joni (1975) mengartikan evaluasi sebagai suatu proses mempertimbangkan sesuatu barang atau gejala dengan mempertimbangkan pada patokan-patokan tertentu. Patokan tersebut mengandung pengertian baik-tidak baik, memadai tidak memadai, memenuhi syarat tidak memenuhi syarat, dengan perkataan yang telah ditentukan sebelumnya. [2]
Menurut saya evaluasi belajar adalah suatu penilaian terhadap keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan (standar nilai) yang telah di tentukan oleh Instansi yang sebelumnya siswa telah melakukan proses belajar dalam pendidikan dengan jenjang waktu yang telah ditentukan.

Di dalam surat al-Ankabut Allah berfirman:



Artinya:
Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan : “kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji (dievaluasi) lagi ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut, 29:2-3).

Evaluasi belajar memiliki beberapa tujuan :
TUJUAN UMUM
Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam mencapai tujuan yang diharapkan
Memungkinkan pendidik/guru menilai aktivitas/pengalaman yang didapat
Meniali metode belajar yang dipergunakan

TUJUAN KHUSUS
Merangsang kegiatan siswa
Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan
Memperbaiki mutu
Memberikan bimbingan yang sesuai sengan kebutuhan bakat siswa
Memperoleh laporan tentang perkembangan siswa yang diperlukan orang tuan dan lembaga pendidikan


Macam-macam evaluasi belajar :
Evaluasi formatif
Fungsinya untuk memperbaiki proses belajar mengajar ke arah yang lebih baik, atau memperbaiki program satuan pelajaran yang telah digunakan
Evaluasi Somatif
Fungsinya untuk menentukan angka/nilai murid setelah mengikuti program pengajaran dalam satu semester atau akhir suatu program bahan pengajaran
Evaluasi Placement (penempatan)
Fungisnya untuk mengetahui keadaan anak termasuk keadaan seluruh pribadinya, agar anak tersebut dapat ditempatkan pada posisinya yang tepat
Evaluasi Diagnostik
Fungsinya untuk megetahui masalah-masalah apa yang diderita atau yang menggangu anak didik, sehingga ia mengalami kesulitan belajar
                                                                                         
D.    Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dalam Bidang Fonologi
Di atas telah dibahas apa itu prestasi belajar dan evaluasinya. Dan prestasi belajar dalam bahasa Indonesia pun dapat dilihat sejauh mana tujuan-tujuan telah tercapai.
Salah satu pelajaran yang dibahas dalam bahasa Indonesia adalah fonologi. Secara singkat fonologi adalah sebuah ilmu yang tentang bunyi. Lazimnya diartikan sebagai bagian dari kajian linguistik yang mempelajari, membahas, membicarakan, dan menganalisis bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat-alat ucap manusia.[3] Baik yang membedakan makna kata atau pun tidak.
Dalam fonologi dapat diterapkan berbagai metode pembelajaran. Berikut ini beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran fonologi:
1. Metode Eksperimen
          Yaitu metode yang mengedepankan aktivitas percobaan, sehingga siswa mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.
          Dalam fonologi, ada pembahasan mengenai artikulasi, sehingga siswa dituntut untuk dapat membuktikan sendiri dari mana bunyi-bunyi tersebut keluar dan bagaimana prosesnya.
2. Metode Tugas
          Yaitu guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar
3. Metode Diskusi
          Yaitu siswa dihadapkan pada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang ersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama 
4. Metode Demonstrasi
          Metode ini mengedepankan peragaan atau pertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya atau tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan
5. Metode Tanya Jawab
          Metode ini menggunakan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh para siswa
6. Metode Ceramah
           Metode ini merupakan metode tradisional, namun demikian metode ini memiliki fungsi penting untuk membengun komunikasi antara pengajar dan pembelajar

Selanjutnya adalah bagaimana mengevaluasi pembelajaran fonologi? Ada berbagai cara evaluasi belajar yang terpapar di atas, namun yang biasa digunakan dalam pembelajaran fonologi adalah evaluasi formatif dan evaluasi somatif. Karena memasng untuk pembelajaran fonologi, dibutuhkan evaluasi formatif, dari bagaimana keaktifan seseorang di dalam kelas. Sehingga dapat terlihat bagaimana proses belajar di kelas juga dapat memperbaikinya bila memang masih ada kesalahan atau pn kekurangan.
Evaluasi somatif pun diperlukan, karena prestasi belajar biasanya terlihat jelas dari evaluasi somatif ini. Evaluasi domatif yang menghitung angka/nilai menjadikannya sebagai evaluasi yang konkrit dan dapat terlihat karena diukur berdasarkan nilai. Semakin tinggi nilai yang didapatkan seseorang maka keberhasilan belajar semakin terlihat. Karena dari sini dapat diketahui sejauh mana seseorang menguasi suatu pelajaran.
Evaluasi somatif ini pun memiliki dua macam jenis test yaitu, tes objektif dan tes essay. Tes objektif merupakan tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif biasanya berbentuk pilihan ganda. Sedangkan tes essay adalah tes yang menuntut seseorang untuk mengingat, memahami, mengerti, dan selanjutnya menuliskan dengan uraiannya sendiri dan dengan bahasanya sendiri pula.
Dengan evaluasi juga sebenarnya seseorang pun sedang diuji (dievaluasi) kejujurannya, juga keimanannya. Karena memang ujian dapat menaikkan atau pun merendahkan derajat seseorang.

Sumber :
Dra. Eveline Siregar, M.Pd. & Hartini Nara, M.Si. Teori belajar dan pembelajaran, Bogor: Ghalia Indonesia. 2014
Abdul chaer, fonologi bahasa Indonesia, Jakarta: rieke cipta 2013




Tidak ada komentar:

Posting Komentar