Definisi Psikologi Menurut (Whiterington,
1982:10)
Pengertian Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses
dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan
adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar.
Dari batasan di atas terlihat adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi
pendidikan dengan tindakan belajar. Karena itu, tidak mengherankan apabila
beberapa ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa lapangan utama studi
psikologi pendidikan adalah soal belajar. Dengan kata lain, psikologi
pendidikan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan
proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.
Pandangan saya terhadap definisi pendidikan
menurut Whiterington itu sangat tepat dikarenakan psikologi pendidikan
merupakan cabang dari psikologi yang mengkhususkan untuk memahami proses
pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.
Manfaat
Belajar Psikologi Pendidikan Selain Untuk Mengajar
a.
Dengan psikologi pendidikan, pendidik diarahkan menjadi tenaga pengajar yang
profesional dan kompeten sesuai dengan perkembangan zaman.
b.
pendidik dapat menemukan dan menetapkan tujuan-tujuan pengajaran sesuai
dengan kemampuan psikologisnya
c.
Dengan psikologi pendidikan, menjadikan pendidik berupaya memahami keadaan dan perilaku
peserta didik yang dimana satu sama lain pasti berbeda. Bahkan dua anak yang
kembar-pun belum dipastikan memiliki respon yang sama terhadap situasi belajar
mengajar di sekolah.
d.
Melalui psikologi pendidikan, pendidik dapat mendidik peserta didik melalui
proses belajar mengajar yang berdaya guna dan berhasil guna.
e.
Pendidik dapat memberikan layanan bantuan dan bimbingan yang tepat kepada
peserta didik dengan pendekatan yang relefan dengan tingkat
perkembangannya
f.
Psikologi pendidikan tidak hanya diperlukan untuk calon guru atau guru yang
sedang bertugas di lembaga pendidikan. Para dosen di perguruan tinggi, orangtua
dan kiai dipesantren juga memerlukan
pengetahuan psikologi pendidikan untuk mengetahui bagaimana respon anak dalam
pengajaran, serta bagaimana perkembangannya.
g.
Psikologi pendidikan membantu untuk merencanakan bahan ajar atau materi dan
tujuan-tujuan yang ingin dicapai
h.
Pendidik dapat mengatasi emosionalnya dalam mendidik peserta didik
i. Pendidik
mampu menganalisis kelemahan dan kelebihan peserta didik.
j. Pendidik
mampu merumuskan metode-metode yang tepat untuk mengatasi peserta didik baik
dalam permasalahan negatif maupun positif.
k.
Pendidik dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan timbulnya kesulitan
belajar peserta tertentu
l. Dapat
mempertimbangkan waktu yang tepat dalam memulai aktifitas proses belajar
mengajar bidang studi tertentu
m.
Mampu membantu memecahkan permasalahan
siswa dalam belajar
n.
Memudahkan penerapan pengetahuan,
pendekatan dan komunikasi kepada anak didik
o.
Membantu menciptakan suasana edukatif yang efektif
Metode
Belajar Yang Memudahkan dalam belajar Psikologi Pendidikan
Berikut ini adalah metode-metode yang
digunakan dalam Psikologi Pendidikan :
|
No
|
Metode
psikologi pendidikan
|
Penerapannya
|
|
1
|
Metode
Eksperimen
|
Apabila
simpulan yang ditarik dari sebuah penelitian dengan metode kuesioner
misalnya, menimbulkan keraguan atau masalah baru maka dilakukanlah metode eksperimen ini
|
|
2
|
Metode
kuesioner
|
Uji
coba dengan tujuan untuk memastikan apakah kuesioner itu relevan untuk
dijawab sesuai dengan tahapannya.
|
|
3
|
Metode
studi kasus
|
Penelitian
digunakan untuk memeroleh gambaran rinci yang mengenai aspek-aspek psikologi
seorang siswa atau sekelompok siswa tertentu.
|
|
4
|
Metode
penyelidikan klinis
|
Diberlakukan
untuk menyelidiki anak atau siswa yang mengalami penyimpangan psikologis tak
terkecuali penyimpangan perilaku.
|
|
5
|
Metode
observasi naturalistik
|
Observasi
yang dilakukan secara ilmiah oleh seorang guru untuk memantau siswa
|
Menurut saya seluruh metode tersebut sangat
diperlukan dalam mempelajari psikologi pendidikan, karena kita tidak dapat
hanya menggunakan 1 metode saja dalam menganalisis setiap permasalahan. Dan masing-masing
metode tersebut memiliki kelebihan dalam menganalisis masalah yang berbeda-beda
tentunya.
Hal-hal Yang Menyenangkan Dalam Mempelajari Pertumbuhan dan Perkembangan
Dalam mempelajari pertumbuhan dan
perkembangan tentunya bertujuan terhadap menuju kedewasaan baik secara jasmani
dan rohani. Seseorang selalu mengalami pertumbuhan dan hal tersebut sangat
menyenangkan, jika diamati seseorang yang tumbuh pasti mengalami perubahan pada
ukuran fisiknya. Dalam proses perkembangan seseorang dapat dilihat dari
intelektualitas (kecerdasan) pada seorang anak-anak sekolah dasar tentu berbeda
dengan remaja yang duduk dibangku kuliah, terutama dalam kegiatan berpikir. Remaja
yang mulai matang dalam berpikir sudah mulai mencapai tahap teratas dalam
perkembangan. Maka dari itu sangat menarik jika kita melihat pertumbuhan dan
perkembangan seseorang.
Teori Belajar
Robert M. Gagne
Lahir pada 21 Agustus 1918.Teori belajar Hierarki Gagne didasarkan pada
pembelajaran yang merupakan faktor sangat penting dalam perkembangan.
Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa
dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah
sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan
informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan
kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri
individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang
terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari
lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Hal ini
memunculkan pemikiran Gagne bahwa pembelajaran harus dikondisikan untuk
memunculkan respons yang diharapkan.
Gagne mencatat ada
delapan tipe belajar :
1. Belajar isyarat (signal learning)
2. Belajar stimulus respon
3. Belajar merantaikan (chaining)
4. Belajar asosiasi verbal (verbal Association)
5. Belajar membedakan (discrimination)
6. Belajar konsep (concept learning)
7. Belajar dalil (rule learning)
8. Belajar memecahkan masalah (problem solving)
1. Belajar isyarat (signal learning)
2. Belajar stimulus respon
3. Belajar merantaikan (chaining)
4. Belajar asosiasi verbal (verbal Association)
5. Belajar membedakan (discrimination)
6. Belajar konsep (concept learning)
7. Belajar dalil (rule learning)
8. Belajar memecahkan masalah (problem solving)
Menurut saya teori belajar yang dikemukakan oleh Robert M. Gagne
sangatlah tepat dikarenakan dalam proses perkembangan yang terjadi otak
merupakan dari peroses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran tentunya terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian
diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam
pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal
dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam
diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif
yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari
lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Sehingga memerlukan
kondisi yang baik dalam proses pembelajaran.
Teori Multiple Intelligence
Gardner menekankan dalam jenis inteligensinya bahwa inteligensi hanya
merupakan konstrak ilmiah yang secara potensial berguna. Jenis-jenis
inteligensi Gardner :
A. Kecerdasan spasial,
merupakan kecerdasan
seseorang yang berdasar pada kemampuan menangkap informasi visual atau spasial,
mentransformasidan meodifikasinya, dan membentuk kembali gambaran visual tanpa
stimulus fisik yang asli. Kecerdasan ini tidak tergantung sensasi visual.
Kemampuan pokoknya adalah kemampuan untuk membentuk gambaran tiga dimensi dan
untuk menggerakkan atau memutar gambaran tersebut. Individu yang dominan
memiliki kecerdasan tersebut cenderung berpikir dalam pola-pola yang berbentuk
gambar. Mereka sangat menyukai bentuk-bentuk peta, bagan, gambar, video ataupun
film sebagai media yang efektif dalam berbagai kegiatan hidup sehari-hari.
B. Kecerdasan bahasa, merupakan kecerdasan individu dengan
dasar penggunaan kata-kata dan atau bahasa. Meliputi mekanisme yang berkaitan
dengan fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatik. Mereka yang memiliki
kecerdasan tersebut, mempunyai kecakapan tinggi dalam merespon dan belajar
dengan suara dan makna dari bahasa yang digunakan. Pada umumnya merupakan ahli
yang berbicara di depan public. Mereka lebih bisa berpikir dalam bentuk
kata-kata daripada gambar. Kecerdasan ini merupakan aset berharga bagi
jurnalis, pengacara, pencipta iklan.
C. Kecerdasan logis matematis. Kecerdasan
tersebut mendasarkan diri pada kemampuan penggunaan penalaran, logika dan
angka-angka matematis. Pola pikir yang berkembang melalui kecerdasan ini adalah
kemampuan konseptual dalam kerangka logika dan angka yang digunakan untuk
membuat hubungan antara berbagai informasi, secara bermakna. Kecerdasan ini
diperlukan oleh ahli matematika, pemrogram komputer, analis keuangan, akuntan,
insinyur danilmuwan.
D. Kecerdasan jasmani kinestetik. Kemampuan
untuk mengendalikan gerakan tubuh dan memainkan benda-benda secara canggih,
merupakan bentuk nyata dari kecerdasan tersebut. Individu akan cenderung
mengekspresikan diri melalui gerak-gerakan tubuh, memiliki keseimbangan yang
baik dan mampu melakukan berbagai maneuver fisik dengan cerdik. Melaui gerakan
tubuh pula individu dapat berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya,
mengingat dan memproses setiap informasi yang diterimanya. Kecerdasan ini dapat
terlihat pada koreografer, penari, pemanjat tebing.
E. Kecerdasan
musikal. memungkinkan individu menciptakan, mengkomunikasikan dan
memahami makna yang dihasilkan oleh suara.. Komponen inti dalam pemprosesan
informasi meliputi pitch, ritme dan timbre. Terlihat pada komposer, konduktor,
teknisi audio, mereka yang kompeten pada musik instrumentalia dan akustik.
F. Kecerdasan
interpersonal, merupakan kecerdasan dalam
berhubungan dan memahami orang lain di luar dirinya. Kecerdasan tersebut
menuntun individu untuk melihat berbagai fenomena dari sudut pandang orang
lain, agar dapat memahami bagaimana mereka melihat dan merasakan. Sehingga
terbentuk kemampuan yang bagus dalam mengorganisasikan orang, menjalin
kerjasama dengan orang lain ataupun menjaga kesatuan suatu kelompok. Kemampuan
tersebut ditunjang dengan bahasa verbal dan non-verbal untuk membuka saluran
komunikasi dengan orang lain.
G. Kecerdasan
intrapersonal, tergantung pada proses dasar yang
memungkinkan individu untuk mengklasifikasikan dengan tepat perasaan-perasaan
mereka, misalnya membedakan sakit dan senang dan bertingkah laku tepat sesuai
pembedaan tersebut. Kecerdasan ini memungkinkan individu untuk membangun model
mental mereka yang akurat, dan menggambarkan beberapa model untuk membuat
keputusan yang baik dalam hidup mereka.
Menurut
Thorndike intelligensi
adalah suatu kekuatan respon-respon individu yang dianggap baik dari sudut
pandang yang benar dan nyata.
Intelligensi adalah
suatu kecerdasan atau kapasitas untuk belajar dari pengalaman, kapasitas
seseorang untuk beradaptasi terhadap lingkungan yang dimiliki seseorang atau
kemampuan yang dimiliki seseorang sejak ia lahir yang akan semakin berkembang
seiring bertambahnya usianya dan disertai pembelajaran yang baik.
Setiap orang memiliki keseluruhan dari
intelligensi tersebut hanya saja berbeda-beda tingkatan kemampuan setiap orang
itu dan cenderung ada yang menojol dari intelligensinya. Dan kemampuan
intelligensi yang menonjol dari saya adalah segi musical. Karna saya gemar
mendengarkan musik dan juga mendengarkan ritme-ritme musik disertai makna yang
tersirat dalam musik tersebut.
Cara mengembangkannya banyak berbagai cara seperti
mengikuti kursus menyanyi, menyimak informatif disertai estetis dan lebih
banyak mendengarkan musik-musik dari beragam gender musik.
Motivasi
Menurut
Mulyasa Pengertian Motivasi merupakan tenaga
pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu
tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi
yang tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa Pengertian Motivasi dalam
belajar merupakan segala daya penggerak di dalam diri siswa yang muncul
terhadap kegiatan yang akan menjamin kelangsungan dalam belajar dan mengarahkan
pada kegiatan belajar pula sehingga terwujudnya tujuan kegiatan belajar yang
dikehendaki. Dorongan seseorang dalam belajar merupakan kekuatan mental untuk
melakukan kegiatan dalam memenuhi segala harapan dan dorongan inilah yang
menjadi pencapaian tujuan tersebut.
Motivasi Internal yang
mendorong saya untuk memilih jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
adalah karena saya menyukai pelajaran bahasa indonesia dan saya memiliki daya
tarik untuk mendalami ilmu bahasa serta budaya indonesia yang menjadikan saya
bermotivasi untuk menjadi guru atau bahkan melanjutkan kejenjang pasca sarjana
dan ingin menjadi dosen. Saya pun senang membuat puisi dan karya sastra sebagai
penghilang penat yang saya rasa.
Motivasi Eksternal yang
mendorong saya untuk memilih jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
adalah karena orang tua saya yang mendorong untuk menjadi seorang guru bahasa,
dan dukungan dari kakak saya yang merupakan alumni PBSI UIN pula, dan saya
ingin menjadi seperti dia. Disamping itu pekerjaan guru pun tidak harus bekerja
keras banting tulang pula sehingga saya ingin sekali menggapai tujuan saya.
Teori Belajar yang
saya sukai dan cocok digunakan di jurusan saya adalah teori belajar Humanistik. Karena menurut saya teori
humanistik ini mengedepankan bagaimana memanusiakan manusia, serta peserta
didik mampu mengembangkan potensi dirinya. Karena teori ini berfokus pada
potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan
mengembangkan kemampuannya tersebut.
Ciri-ciri Guru Beraliran Behaviorisme
Seorang guru
behaviorisme menerapkan pembelajaran yang berpusat pada guru itu sendiri
sebagai sumber informasi/media pembelajaran, terkadang guru behavioristik
kurang adil karena dia melihat hasil belajar di akhir tanpa melihat bagaimana
prosesnya begitupun dengan latihan tanpa harus dengan pemahaman. Guru
behavioristik menerapkan banyak aturan. Seorang guru behavioristik juga cenderung mengarahkan
siswa untuk berfikir linier, tidak kreatif dan tidak produktif. Pandangan teori
ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping, yaitu membawa
siswa menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan peserta didik
tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Guru harus segera memberitahukan hasil
belajar kepada siswa, jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat.
Ciri-ciri
Guru Beraliran Humanisme
Guru
humanisme memiliki ketrampilan membangun dan menjaga relasi yang hangat dengan
siswa, membuat pembelajaran yang membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan
dalam membuat, berimajinasi, mempunyai pengalaman, berintuisi, merasakan, dan
berfantasi. Guru humanisme menjadi fasilitator bagi para siswa dan guru
memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa.
Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk
memperoleh tujuan pembelajaran. Dan guru humanisme mengakui, menghargai dan
menerima siswa apa adanya, tidak membodoh-bodohkan siswa, terbuka menerima
pendapat dan pandangan siswa tanpa menilai atau mencela, terbuka untuk
komunikasi dengan siswa, dan tidak hanya menghargai potensi akademik, memberi
keamanan psikologis, memberi pengalaman
sukses kepada siswa; untuk aktivitas-aktivitas kreatif guru tidak banyak
memberikan aturan, menceritakan
pengalaman, menulis cerita, menghargai usaha, imaginasi, fantasi dan inovasi
siswa, dan stimulasi banyak buku bacaan.
Referensi :
Syah.
Muhibbin. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2014
Santrock.
Jhon. W. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Kencana. 2008
http://isma-ismi.com/pengertian-motivasi.html





Tidak ada komentar:
Posting Komentar