Minggu, 26 April 2015

Tugas UTS Psikologi Pendidikan

Definisi Psikologi Menurut (Whiterington, 1982:10)
Pengertian Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar. Dari batasan di atas terlihat adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan tindakan belajar. Karena itu, tidak mengherankan apabila beberapa ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa lapangan utama studi psikologi pendidikan adalah soal belajar. Dengan kata lain, psikologi pendidikan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.
Pandangan saya terhadap definisi pendidikan menurut Whiterington itu sangat tepat dikarenakan psikologi pendidikan merupakan cabang dari psikologi yang mengkhususkan untuk memahami proses pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.

Manfaat Belajar Psikologi Pendidikan Selain Untuk Mengajar
a.       Dengan psikologi pendidikan, pendidik diarahkan menjadi tenaga pengajar yang profesional dan kompeten sesuai dengan perkembangan zaman.
b.      pendidik dapat menemukan dan menetapkan tujuan-tujuan pengajaran sesuai dengan kemampuan psikologisnya
c.       Dengan psikologi pendidikan, menjadikan pendidik  berupaya memahami keadaan dan perilaku peserta didik yang dimana satu sama lain pasti berbeda. Bahkan dua anak yang kembar-pun belum dipastikan memiliki respon yang sama terhadap situasi belajar mengajar di sekolah.
d.      Melalui psikologi pendidikan, pendidik dapat mendidik peserta didik melalui proses belajar mengajar yang berdaya guna dan berhasil guna.
e.       Pendidik dapat memberikan layanan bantuan dan bimbingan yang tepat kepada peserta didik dengan pendekatan yang relefan dengan tingkat perkembangannya
f.       Psikologi pendidikan tidak hanya diperlukan untuk calon guru atau guru yang sedang bertugas di lembaga pendidikan. Para dosen di perguruan tinggi, orangtua dan  kiai dipesantren juga memerlukan pengetahuan psikologi pendidikan untuk mengetahui bagaimana respon anak dalam pengajaran, serta bagaimana perkembangannya.
g.      Psikologi pendidikan membantu untuk merencanakan bahan ajar atau materi dan tujuan-tujuan yang ingin dicapai
h.      Pendidik dapat mengatasi emosionalnya dalam mendidik peserta didik
i.       Pendidik mampu menganalisis kelemahan dan kelebihan peserta didik.
j.       Pendidik mampu merumuskan metode-metode yang tepat untuk mengatasi peserta didik baik dalam permasalahan negatif maupun positif.
k.      Pendidik dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan timbulnya kesulitan belajar peserta tertentu
l.       Dapat mempertimbangkan waktu yang tepat dalam memulai aktifitas proses belajar mengajar bidang studi tertentu
m.     Mampu membantu memecahkan permasalahan siswa dalam belajar
n.       Memudahkan penerapan pengetahuan, pendekatan dan komunikasi kepada anak didik
o.      Membantu menciptakan suasana edukatif yang efektif



Metode Belajar Yang Memudahkan dalam belajar Psikologi Pendidikan

Berikut ini adalah metode-metode yang digunakan dalam Psikologi Pendidikan :
No
Metode psikologi pendidikan
Penerapannya
1
Metode Eksperimen
Apabila simpulan yang ditarik dari sebuah penelitian dengan metode kuesioner misalnya, menimbulkan keraguan atau masalah baru  maka dilakukanlah metode eksperimen ini
2
Metode kuesioner
Uji coba dengan tujuan untuk memastikan apakah kuesioner itu relevan untuk dijawab sesuai dengan tahapannya.
3
Metode studi kasus
Penelitian digunakan untuk memeroleh gambaran rinci yang mengenai aspek-aspek psikologi seorang siswa atau sekelompok siswa tertentu.
4
Metode penyelidikan klinis
Diberlakukan untuk menyelidiki anak atau siswa yang mengalami penyimpangan psikologis tak terkecuali penyimpangan perilaku.
5
Metode observasi naturalistik
Observasi yang dilakukan secara ilmiah oleh seorang guru untuk memantau siswa

Menurut saya seluruh metode tersebut sangat diperlukan dalam mempelajari psikologi pendidikan, karena kita tidak dapat hanya menggunakan 1 metode saja dalam menganalisis setiap permasalahan. Dan masing-masing metode tersebut memiliki kelebihan dalam menganalisis masalah yang berbeda-beda tentunya.

Hal-hal Yang Menyenangkan Dalam Mempelajari Pertumbuhan dan Perkembangan

Dalam mempelajari pertumbuhan dan perkembangan tentunya bertujuan terhadap menuju kedewasaan baik secara jasmani dan rohani. Seseorang selalu mengalami pertumbuhan dan hal tersebut sangat menyenangkan, jika diamati seseorang yang tumbuh pasti mengalami perubahan pada ukuran fisiknya. Dalam proses perkembangan seseorang dapat dilihat dari intelektualitas (kecerdasan) pada seorang anak-anak sekolah dasar tentu berbeda dengan remaja yang duduk dibangku kuliah, terutama dalam kegiatan berpikir. Remaja yang mulai matang dalam berpikir sudah mulai mencapai tahap teratas dalam perkembangan. Maka dari itu sangat menarik jika kita melihat pertumbuhan dan perkembangan seseorang.



Teori Belajar
  Robert M. Gagne


           Lahir pada 21 Agustus 1918.Teori belajar Hierarki Gagne didasarkan pada pembelajaran yang merupakan faktor sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Hal ini memunculkan pemikiran Gagne bahwa pembelajaran harus dikondisikan untuk memunculkan respons yang diharapkan.
Gagne mencatat ada delapan tipe belajar :
1. Belajar isyarat (signal learning)
2. Belajar stimulus respon
3. Belajar merantaikan (chaining)
4. Belajar asosiasi verbal (verbal Association)
5. Belajar membedakan (discrimination)
6. Belajar konsep (concept learning)
7Belajar dalil (rule learning)
8. Belajar memecahkan masalah (problem solving)

Menurut saya teori belajar yang dikemukakan oleh Robert M. Gagne sangatlah tepat dikarenakan dalam proses perkembangan yang terjadi otak merupakan dari peroses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran tentunya terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Sehingga memerlukan kondisi yang baik dalam proses pembelajaran.
Teori Multiple Intelligence


Gardner menekankan dalam jenis inteligensinya bahwa inteligensi hanya merupakan konstrak ilmiah yang secara potensial berguna. Jenis-jenis inteligensi Gardner :
A. Kecerdasan spasial, merupakan kecerdasan seseorang yang berdasar pada kemampuan menangkap informasi visual atau spasial, mentransformasidan meodifikasinya, dan membentuk kembali gambaran visual tanpa stimulus fisik yang asli. Kecerdasan ini tidak tergantung sensasi visual. Kemampuan pokoknya adalah kemampuan untuk membentuk gambaran tiga dimensi dan untuk menggerakkan atau memutar gambaran tersebut. Individu yang dominan memiliki kecerdasan tersebut cenderung berpikir dalam pola-pola yang berbentuk gambar. Mereka sangat menyukai bentuk-bentuk peta, bagan, gambar, video ataupun film sebagai media yang efektif dalam berbagai kegiatan hidup sehari-hari.
B. Kecerdasan bahasa, merupakan kecerdasan individu dengan dasar penggunaan kata-kata dan atau bahasa. Meliputi mekanisme yang berkaitan dengan fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatik. Mereka yang memiliki kecerdasan tersebut, mempunyai kecakapan tinggi dalam merespon dan belajar dengan suara dan makna dari bahasa yang digunakan. Pada umumnya merupakan ahli yang berbicara di depan public. Mereka lebih bisa berpikir dalam bentuk kata-kata daripada gambar. Kecerdasan ini merupakan aset berharga bagi jurnalis, pengacara, pencipta iklan.
C. Kecerdasan logis matematis. Kecerdasan tersebut mendasarkan diri pada kemampuan penggunaan penalaran, logika dan angka-angka matematis. Pola pikir yang berkembang melalui kecerdasan ini adalah kemampuan konseptual dalam kerangka logika dan angka yang digunakan untuk membuat hubungan antara berbagai informasi, secara bermakna. Kecerdasan ini diperlukan oleh ahli matematika, pemrogram komputer, analis keuangan, akuntan, insinyur danilmuwan.
D. Kecerdasan jasmani kinestetik. Kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh dan memainkan benda-benda secara canggih, merupakan bentuk nyata dari kecerdasan tersebut. Individu akan cenderung mengekspresikan diri melalui gerak-gerakan tubuh, memiliki keseimbangan yang baik dan mampu melakukan berbagai maneuver fisik dengan cerdik. Melaui gerakan tubuh pula individu dapat berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya, mengingat dan memproses setiap informasi yang diterimanya. Kecerdasan ini dapat terlihat pada koreografer, penari, pemanjat tebing.
E. Kecerdasan musikal. memungkinkan individu menciptakan, mengkomunikasikan dan memahami makna yang dihasilkan oleh suara.. Komponen inti dalam pemprosesan informasi meliputi pitch, ritme dan timbre. Terlihat pada komposer, konduktor, teknisi audio, mereka yang kompeten pada musik instrumentalia dan akustik.
F. Kecerdasan interpersonal, merupakan kecerdasan dalam berhubungan dan memahami orang lain di luar dirinya. Kecerdasan tersebut menuntun individu untuk melihat berbagai fenomena dari sudut pandang orang lain, agar dapat memahami bagaimana mereka melihat dan merasakan. Sehingga terbentuk kemampuan yang bagus dalam mengorganisasikan orang, menjalin kerjasama dengan orang lain ataupun menjaga kesatuan suatu kelompok. Kemampuan tersebut ditunjang dengan bahasa verbal dan non-verbal untuk membuka saluran komunikasi dengan orang lain.
G. Kecerdasan intrapersonal, tergantung pada proses dasar yang memungkinkan individu untuk mengklasifikasikan dengan tepat perasaan-perasaan mereka, misalnya membedakan sakit dan senang dan bertingkah laku tepat sesuai pembedaan tersebut. Kecerdasan ini memungkinkan individu untuk membangun model mental mereka yang akurat, dan menggambarkan beberapa model untuk membuat keputusan yang baik dalam hidup mereka.

Menurut Thorndike intelligensi adalah suatu kekuatan respon-respon individu yang dianggap baik dari sudut pandang yang benar dan nyata.
Intelligensi adalah suatu kecerdasan atau kapasitas untuk belajar dari pengalaman, kapasitas seseorang untuk beradaptasi terhadap lingkungan yang dimiliki seseorang atau kemampuan yang dimiliki seseorang sejak ia lahir yang akan semakin berkembang seiring bertambahnya usianya dan disertai pembelajaran yang baik.
Setiap orang memiliki keseluruhan dari intelligensi tersebut hanya saja berbeda-beda tingkatan kemampuan setiap orang itu dan cenderung ada yang menojol dari intelligensinya. Dan kemampuan intelligensi yang menonjol dari saya adalah segi musical. Karna saya gemar mendengarkan musik dan juga mendengarkan ritme-ritme musik disertai makna yang tersirat dalam musik tersebut.
Cara mengembangkannya banyak berbagai cara seperti mengikuti kursus menyanyi, menyimak informatif disertai estetis dan lebih banyak mendengarkan musik-musik dari beragam gender musik.
Motivasi

Menurut Mulyasa Pengertian Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa Pengertian Motivasi dalam belajar merupakan segala daya penggerak di dalam diri siswa yang muncul terhadap kegiatan yang akan menjamin kelangsungan dalam belajar dan mengarahkan pada kegiatan belajar pula sehingga terwujudnya tujuan kegiatan belajar yang dikehendaki. Dorongan seseorang dalam belajar merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam memenuhi segala harapan dan dorongan inilah yang menjadi pencapaian tujuan tersebut.
Motivasi Internal yang mendorong saya untuk memilih jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah karena saya menyukai pelajaran bahasa indonesia dan saya memiliki daya tarik untuk mendalami ilmu bahasa serta budaya indonesia yang menjadikan saya bermotivasi untuk menjadi guru atau bahkan melanjutkan kejenjang pasca sarjana dan ingin menjadi dosen. Saya pun senang membuat puisi dan karya sastra sebagai penghilang penat yang saya rasa.
Motivasi Eksternal yang mendorong saya untuk memilih jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah karena orang tua saya yang mendorong untuk menjadi seorang guru bahasa, dan dukungan dari kakak saya yang merupakan alumni PBSI UIN pula, dan saya ingin menjadi seperti dia. Disamping itu pekerjaan guru pun tidak harus bekerja keras banting tulang pula sehingga saya ingin sekali menggapai tujuan saya.
Teori Belajar yang saya sukai dan cocok digunakan di jurusan saya adalah teori belajar Humanistik. Karena menurut saya teori humanistik ini mengedepankan bagaimana memanusiakan manusia, serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya. Karena teori ini berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuannya tersebut.


Ciri-ciri Guru Beraliran Behaviorisme
                Seorang guru behaviorisme menerapkan pembelajaran yang berpusat pada guru itu sendiri sebagai sumber informasi/media pembelajaran, terkadang guru behavioristik kurang adil karena dia melihat hasil belajar di akhir tanpa melihat bagaimana prosesnya begitupun dengan latihan tanpa harus dengan pemahaman. Guru behavioristik menerapkan banyak aturan. Seorang guru  behavioristik juga cenderung mengarahkan siswa untuk berfikir linier, tidak kreatif dan tidak produktif. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping, yaitu membawa siswa menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Guru harus segera memberitahukan hasil belajar kepada siswa, jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat.
            Ciri-ciri Guru Beraliran Humanisme                     
Guru humanisme memiliki ketrampilan membangun dan menjaga relasi yang hangat dengan siswa, membuat pembelajaran yang membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan dalam membuat, berimajinasi, mempunyai pengalaman, berintuisi, merasakan, dan berfantasi. Guru humanisme menjadi fasilitator bagi para siswa dan guru memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. Dan guru humanisme mengakui, menghargai dan menerima siswa apa adanya, tidak membodoh-bodohkan siswa, terbuka menerima pendapat dan pandangan siswa tanpa menilai atau mencela, terbuka untuk komunikasi dengan siswa, dan tidak hanya menghargai potensi akademik, memberi keamanan psikologis,  memberi pengalaman sukses kepada siswa; untuk aktivitas-aktivitas kreatif guru tidak banyak memberikan aturan,  menceritakan pengalaman, menulis cerita, menghargai usaha, imaginasi, fantasi dan inovasi siswa, dan stimulasi banyak buku bacaan.

Referensi :
Syah. Muhibbin. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2014
Santrock. Jhon. W. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Kencana. 2008

http://isma-ismi.com/pengertian-motivasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar