Pengertian dan Komponen Konsep Diri
A. Pengertian Konsep Diri
|
Ilustrasi Konsep
Diri
|
Menurut Burns (dalam
Erawati, 2011 : ) konsep diri adalah suatu gambaran campuran dari
apa yang kita pikirkan, orang-orang lain berpendapat mengenai diri kita, dan
seperti apa diri yang kita inginkan.
Menurut William D. brooks
yang dikutip oleh Jalaludin Rakhmad (1985: 125) yang menyatakan konsep diri
merupakan persepsi individu terhadap dirinya sendiri yang bersifat psikis dan
sosial sebagai hasil interaksi dengan orang lain.
Menurut (Mulyana, 2000:7) menyatakan
konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu
bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan
orang lain pada diri individu.
Konsep Diri adalah semua
persepsi kita terhadap aspek diri kita yang meliputi aspek fisik, aspek sosial,
dan aspek psikologis, yang terbentuk karena pengalaman masa lalu kita dan
interaksi kita dengan orang lain.
Konsep Diri berarti segala yang
Anda ketahui tentang diri Anda, semua apa yang Anda percayai, dan apa yang
telah terjadi dalam hidup Anda terekam dalam mental
hard-drive kepribadian Anda,
yaitu di dalam self-concept Anda. Self-concept Anda mendahului dan memprediksi
tingkat performa dan efektivitas setiap tindakan Anda. Tingkah laku nyata Anda
akan selalu konsisten dengan self-concept yang terdapat di dalam diri Anda. Oleh
karena itu, perbaikan di segala bidang kehidupan Anda harus dimulai dari
perbaikan di dalam self-concept Anda.
a.
Bagian Utama Konsep diri
Menurut
Brian Tracy, self-concept Anda memiliki tiga bagian utama
yaitu:
1. Self-Ideal (Diri Ideal),
2. Self-Image (Citra Diri), dan
3.
Self-Esteem (Jati
Diri).
Ketiga
elemen tersebut merupakan satu kesatuan yang membentuk kepribadian Anda,
menentukan apa yang biasa Anda pikir, rasakan, dan lakukan, serta akan
menentukan segala sesuatu yang terjadi kepada diri Anda.
Self-Ideal
(Diri Ideal)
Self-ideal adalah komponen pertama dari self-concept Anda.
Self-ideal Anda terdiri dari :
·
harapan,
·
impian,
·
visi,
·
idaman
Self-ideal terbentuk
dari kebaikan, nilai-nilai, dan sifat-sifat yang paling Anda kagumi dari diri
Anda maupun dari orang lain yang Anda hormati. Self-ideal adalah
sosok seperti apa yang paling Anda inginkan untuk bisa menjadi diri Anda, di
segala bidang kehidupan Anda. Bentuk ideal ini akan menuntun Anda dalam
membentuk perilaku Anda.
Self-Image (Citra
Diri)
Bagian kedua self-concept Anda adalah self-image. Bagian ini menunjukkan bagaimana Anda membayangkan diri Anda sendiri, dan menentukan bagaimana Anda akan bertingkah laku dalam satu situasi tertentu. Karena kekuatan self-image
Bagian kedua self-concept Anda adalah self-image. Bagian ini menunjukkan bagaimana Anda membayangkan diri Anda sendiri, dan menentukan bagaimana Anda akan bertingkah laku dalam satu situasi tertentu. Karena kekuatan self-image
Semua
perbaikan dalam hidup Anda akan dimulai dari perbaikan dalam self-imageself-image
Self-Esteem (Jati
Diri)
self-esteem adalah seberapa besar Anda menyukai diri Anda sendiri. Semakin Anda menyukai diri Anda, semakin baik Anda akan bertindak dalam bidang apa pun yang Anda tekuni. Dan, semakin baik performansi Anda, Anda akan semakin menyukai diri Anda. Bagian ini adalah komponen emosional dalam kepribadian Anda. Komponen-komponen pentingnya :
self-esteem adalah seberapa besar Anda menyukai diri Anda sendiri. Semakin Anda menyukai diri Anda, semakin baik Anda akan bertindak dalam bidang apa pun yang Anda tekuni. Dan, semakin baik performansi Anda, Anda akan semakin menyukai diri Anda. Bagian ini adalah komponen emosional dalam kepribadian Anda. Komponen-komponen pentingnya :
·
bagaimana Anda
berpikir,
·
bagaimana Anda
merasa,
·
bagaimana Anda
bertingkah laku.
B. Komponen Konsep Diri
a. Citra Tubuh (Body Image)
Body Image (citra tubuh) adalah sikap individu terhadap dirinya baik
disadari maupun tidak disadari meliputi persepsi masa lalu atau sekarang
mengenai ukuran dan dinamis karena secara konstan berubah seiring dengan
persepsi dan pengalaman-pengalaman baru.
Body image berkembang secara bertahap selama beberapa tahun dimulai sejak anak belajar mengenal tubuh dan struktur, fungsi, kemampuan dan keterbatasan mereka. Body image (citra tubuh) dapat berubah dalam beberapa jam, hari, minggu ataupun bulan tergantung pada stimuli eksterna dalam tubuh dan perubahan aktual dalam penampilan, stuktur dan fungsi.
Body image berkembang secara bertahap selama beberapa tahun dimulai sejak anak belajar mengenal tubuh dan struktur, fungsi, kemampuan dan keterbatasan mereka. Body image (citra tubuh) dapat berubah dalam beberapa jam, hari, minggu ataupun bulan tergantung pada stimuli eksterna dalam tubuh dan perubahan aktual dalam penampilan, stuktur dan fungsi.
b. Ideal Diri
Ideal
diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia seharusnya bertingkah laku
berdasarkan standar pribadi. Standar dapat berhubungan dengan tipe orang yang
diinginkan/disukainya atau sejumlah aspirasi, tujuan, nilai yang diraih. Ideal
diri akan mewujudkan cita-cita ataupun penghargaan diri berdasarkan norma-norma
sosial di masyarakat tempat individu tersebut melahirkan penyesuaian diri.
Ideal diri berperan sebagai pengatur internal dan membantu individu
mempertahankan kemampuan menghadapi konflik atau kondisi yang membuat bingung.
Ideal diri penting untuk mempertahankan kesehatan dan keseimbangan
Pembentukan ideal diri dimulai pada masa anak-anak dipengaruhi oleh orang yang dekat dengan dirinya yang memberikan harapan atau tuntunan tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu individu menginternalisasikan harapan tersebut dan akan membentuk dari dasar ideal diri. Pada usia remaja, ideal diri akan terbentuk melalui proses identifikasi pada orang tua, guru dan teman. Pada usia yang lebih tua dilakukan penyesuaian yang merefleksikan berkurangnya kekuatan fisik dan perubahan peran serta tanggung jawab.
Pembentukan ideal diri dimulai pada masa anak-anak dipengaruhi oleh orang yang dekat dengan dirinya yang memberikan harapan atau tuntunan tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu individu menginternalisasikan harapan tersebut dan akan membentuk dari dasar ideal diri. Pada usia remaja, ideal diri akan terbentuk melalui proses identifikasi pada orang tua, guru dan teman. Pada usia yang lebih tua dilakukan penyesuaian yang merefleksikan berkurangnya kekuatan fisik dan perubahan peran serta tanggung jawab.
b. Harga Diri
Harga
diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisis
seberapa banyak kesesuaian tingkah laku dengan ideal dirinya. Harga diri
diperoleh dari diri sendiri dan orang lain yaitu : dicintai, dihormati dan
dihargai. Mereka yang menilai dirinya positif cenderung bahagia, sehat,
berhasil dan dapat menyesuaikan diri, sebaliknya individu akan merasa dirinya
negative, relatif tidak sehat, cemas, tertekan, pesimis, merasa tidak dicintai atau
tidak diterima di lingkungannya (Keliat BA,2005).
Harga diri dibentuk sejak kecil dari adanya penerimaan dan perhatian. Harga diri akan meningkat sesuai dengan meningkatnya usia. Harga diri akan sangat mengancam pada saat pubertas, karena pada saat ini harga diri mengalami perubahan, karena banyak keputusan yang harus dibuat menyangkut dirinya sendiri.
Harga diri dibentuk sejak kecil dari adanya penerimaan dan perhatian. Harga diri akan meningkat sesuai dengan meningkatnya usia. Harga diri akan sangat mengancam pada saat pubertas, karena pada saat ini harga diri mengalami perubahan, karena banyak keputusan yang harus dibuat menyangkut dirinya sendiri.
c. Peran
Peran
adalah serangkaian pola sikap perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan oleh
masyarakat dihubungkan dengan fungsi individu di dalam kelompok sosial. Setiap
orang disibukkan oleh beberapa peran yang berhubungan dengan posisi pada tiap
waktu sepanjang daur kehidupannya. Harga diri yang tinggi merupakan hasil dari
peran yang memenuhi kebutuhan dan cocok dengan ideal diri.
d. Identitas Diri
Identitas diri adalah kesadaran tentang diri sendiri yang dapat diperoleh
individu dari observasi dan penilaian dirinya, menyadari bahwa individu dirinya
berbeda dengan orang lain. Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri
yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain, dan tidak ada
duanya. Identitas berkembang sejak masa kanak-kanak, bersamaan dengan
berkembangnya konsep diri. Dalam identitas diri ada otonomi yaitu mengerti dan
percaya diri, respek terhadap diri, mampu menguasai diri, mengatur diri dan
menerima diri.
BAGAIMANA
ANDA AKAN MEMBENTUK KONSEP DIRI
·
Sangat ditentukan
oleh sikap diri Anda sendiri. Sikap adalah kebiasaan berpikir dan oleh
karenanya dapat dibentuk dan dipelajari.
·
Sikap yang baik harus
terus menerus dipupuk dan dikembangkan dari waktu ke waktu dengan cara mengubah
cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir yang baru dalam memandang
semua hal.
C. Manfaat Mengetahui Konsep Diri
Dengan adanya konsep diri
individu memandang atau menilai dirinya sendiri akan tampak jelas dari seluruh
perilakunya, dengan kata lain perilaku seseorang akan sesuai dengan cara
individu memandang dan menilai dirinya sendiri. Apabila individu memandang dirinya
sebagai seorang yang memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan tugas, maka
individu itu akan menampakan perilaku sukses dalam melaksanakan tugasnya.
TIPS : PENGEMBANGAN POLA PIKIR
·
Menentukan tujuan
pengembangan diri secara jelas
·
Mengenali potensi
pola pikir diri, (pola pikir yang mendukung / pola pikir yang menghambat)
·
Mengidentifikasi
virus internal dan eksternal yang menghambat pengembangan diri.
·
Berani mencoba /
mengambil risiko.
·
Mencari feedback
secara terus-menerus.
·
Belajar dari
pengalaman.
·
Melaksanakan evaluasi
dan perbaikan secara berkelanjutan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar