EMOSI
A.
Pengertian Emosi
Emosi yang berasal dari bahasa latin Movere, berarti
menggerakan atau bergerak, dari asal kata tersebutemosi dapat diartikan sebagai
dorongan untuk bertindak. Emosi merujuk pada suatu perasaan atau
pikiran- pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis
serta serangkaian kecendrungan untuk bertindak. Emosidapat berupa perasaan
amarah, ketakutan, kebahagiaan, cinta, rasa terkejut, jijik, dan rasa sedih.
Semua gejalaemosi seperti amarah, rasa takut, rasa gembira, senang, penuh
harap, termasuk konflik, stres, cemas frustasi dansebagainya mempengaruhi
perubahan fisik seseorang.
Perkembangan emosi merupakan salah satu faktor
yangturut menentukan keberhasilan individu dalam kehidupan meskipun seorang
anak memiliki kemampuanintelektual/kognitif yang baik, tetapi perkembangan
emosionalnya tidak baik, anak tersebut akan mengalamihambatan dalan pergaulan
dan kehidupannya.
Lazarus menyatakan bahwa emosi adalah
suatu keadaan yang komplek pada diri organismemeliputi perubahan secara badaniah dalam bernapas, detak jantung, perubahan kelenjar-kelenjar dan kondisi mentalseperti
keadaan menggembirakan yang ditandai dengan perasaan yang kuat dan biasanya
disertai dengandorongan yang mengacu pada suatu bentuk perilaku.
Sementara
Goleman menjelaskan bahwa emosi merujuk pada suatu perasaan atau pikiran dimana pikiran khasnya merupakan keadaan biologis dan psikologis sertaserangkaian
kecendrungan untuk bertindak. Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Syamsudin
dimana emosimerupakan suatu suasana yang komplek dan getaran jiwa yang
menyertai atau muncul sebelum atau sesudahterjadinya suatu perilaku.
Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi , yaitu :
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, dan kemesraan
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal.
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, dan kemesraan
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal.
Dari uraian diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa emosi terkait dengan perubahan intrapersonal daninterpersonal.
Dimana intrapersonal berhubungan dengan mengelola diri secara pribadi, seperti
analisa diri danrefleksi. Sedangkan interpersonal berhungan dengan kemampuan
untuk bekerja secara efektif dengan oranglain,memelihara dan menjaga hubungan
dengan orang lain.
Fatimah (2006;105) menambahkan bahwa
pada saat emosi sering terjadi perubahan-perubahan pada fisikseseorang seperti
;
a. Reaksi elektris pada kulit meningkat bila terpesona
b. Peredaran darah bertambah cepat bila marah
c. Denyut jantung bertambah cepat bila terkejut
d. Bernapas panjang bila kecewa
e. Pupil mata membesar bila marah
f. Air liur mongering bila takut/tegang
g. Bulu roma berdiri kalau takut
h. Otot menjadi tegang atau bergetar (tremor)
i.
Komposisi darah
berubah dan kelenjar lebih aktif.
B.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Perkembangan Emosi
Dalam
sejumlah penelitian, perkembangan emosi sangat dipengaruhi oleh faktor
Kematangan dan
faktor Belajar
Dalam faktor belajar, terdapat metode-metode yang
menunjang perkembangan emosi. Diantaranya :
a. Belajar dengan coba-coba
Anak belajar dengan coba-coba untuk
mengekspresikan emosinya dalam bentuk perilakuyang dapat memberikan
kepuasan sedikit atau bahkan tidak memberikan kepuasan.
b. Belajar dengan cara meniru
Dengan cara meniru dan mengamati hal-hal yang
dapat membangkitkan emosi orang lain.
c. Belajar dengan cara mempersamakan diri
Anak akan menirukan reaksi emosional orang yang
dikagumi dan mempunyai ikatanemosional yang kuat.
d. Belajar melalui pengondisian
Objek
atau situasi yang mulanya gagal memancing reaksi emosional kemudian berhasilmelalui
metode asosiasi.
e. Belajar di bawah bimbingan dan pengawasan
Anak
diajarkan cara bereaksi yang dapat diterima jika suatu emosi terangsang. Dapat
melalui pelatihan maupun yang lainnya.
Menurut Harlock kemampuan untuk beremosi sudah ada
sejak dari bayi yang baru lahir. Di awalidengan gejala keterangsangan umum
terhadap stimulasi yang kuat, meskipun demikian bayi tidakterlalu
menunjukkan emosinya dgn jelas masih abstrak dan tidak jelas juga masih
sederhana sepertimenangis keras dsbSemakin meningkat usia anak semakin jelas terlihat
reaksi emosional yg dpt dibedakan . karenaperkembangan emosi dipengaruhi
faktor kematangan dan belajar maka otak manusia yang lbhmatang memiliki
lbh banyak emosi dan seberapa mampu individu menerima rangsang sbg
prosesbelajar. Perbedaan emosi wanita dan pria di tentukan oleh harapan
harapan tertentu.
Emosi negatif pada dasarnya dapat diredam sehingga
tidak menimbulkan efek negatif. Beberapa cara untuk meredam emosi adalah :
1. berfikir positif.
2. mencoba belajar memahami karakteristik orang lain.
3. mencoba menghargai pendapat dan kelebihan oranglain.
4. introspeksi dan mencoba melihat apabila kejadian yang
sama terjadi pada diri sendiri,mereka dapat merasakannya.
5. bersabar dan menjadi pemaaf.
6. mengalihkan perhatian, yaitu mencoba mengalihkan perhatian
pada objek lain dariobjek yang pada mulanya memicu pemunculan emosi negatif.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar