Minggu, 17 Mei 2015

Emosi

EMOSI

A.   Pengertian Emosi




Emosi yang berasal dari bahasa latin Movere, berarti menggerakan atau bergerak, dari asal kata tersebutemosi dapat diartikan sebagai dorongan untuk bertindak. Emosi merujuk pada suatu perasaan atau pikiran- pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis serta serangkaian kecendrungan untuk bertindak. Emosidapat berupa perasaan amarah, ketakutan, kebahagiaan, cinta, rasa terkejut, jijik, dan rasa sedih. Semua gejalaemosi seperti amarah, rasa takut, rasa gembira, senang, penuh harap, termasuk konflik, stres, cemas frustasi dansebagainya mempengaruhi perubahan fisik seseorang.
Perkembangan emosi merupakan salah satu faktor yangturut menentukan keberhasilan individu dalam kehidupan meskipun seorang anak memiliki kemampuanintelektual/kognitif yang baik, tetapi perkembangan emosionalnya tidak baik, anak tersebut akan mengalamihambatan dalan pergaulan dan kehidupannya.

            Lazarus menyatakan bahwa emosi adalah suatu keadaan yang komplek pada diri organismemeliputi perubahan secara badaniah dalam bernapas, detak jantung, perubahan kelenjar-kelenjar dan kondisi mentalseperti keadaan menggembirakan yang ditandai dengan perasaan yang kuat dan biasanya disertai dengandorongan yang mengacu pada suatu bentuk perilaku.
 Sementara Goleman menjelaskan bahwa emosi merujuk pada suatu perasaan atau pikiran dimana pikiran khasnya merupakan keadaan biologis dan psikologis sertaserangkaian kecendrungan untuk bertindak. Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Syamsudin dimana emosimerupakan suatu suasana yang komplek dan getaran jiwa yang menyertai atau muncul sebelum atau sesudahterjadinya suatu perilaku.

 Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi , yaitu :
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat,  dan kemesraan
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal.

            Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa emosi terkait dengan perubahan intrapersonal daninterpersonal. Dimana intrapersonal berhubungan dengan mengelola diri secara pribadi, seperti analisa diri danrefleksi. Sedangkan interpersonal berhungan dengan kemampuan untuk bekerja secara efektif dengan oranglain,memelihara dan menjaga hubungan dengan orang lain.

            Fatimah (2006;105) menambahkan bahwa pada saat emosi sering terjadi perubahan-perubahan pada fisikseseorang seperti ;

a.       Reaksi elektris pada kulit meningkat bila terpesona
b.      Peredaran darah bertambah cepat bila marah
c.       Denyut jantung bertambah cepat bila terkejut
d.      Bernapas panjang bila kecewa
e.       Pupil mata membesar bila marah
f.       Air liur mongering bila takut/tegang
g.      Bulu roma berdiri kalau takut
h.      Otot menjadi tegang atau bergetar (tremor)
i.        Komposisi darah berubah dan kelenjar lebih aktif.

B.     Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Perkembangan Emosi


            Dalam sejumlah penelitian, perkembangan emosi sangat dipengaruhi oleh faktor
Kematangan dan faktor Belajar 
Dalam faktor belajar, terdapat metode-metode yang menunjang perkembangan emosi. Diantaranya :

a. Belajar dengan coba-coba
 Anak belajar dengan coba-coba untuk mengekspresikan emosinya dalam bentuk perilakuyang dapat memberikan kepuasan sedikit atau bahkan tidak memberikan kepuasan.

b. Belajar dengan cara meniru
 Dengan cara meniru dan mengamati hal-hal yang dapat membangkitkan emosi orang lain.

c. Belajar dengan cara mempersamakan diri
Anak akan menirukan reaksi emosional orang yang dikagumi dan mempunyai ikatanemosional yang kuat.

d. Belajar melalui pengondisian
            Objek atau situasi yang mulanya gagal memancing reaksi emosional kemudian berhasilmelalui metode asosiasi.

e. Belajar di bawah bimbingan dan pengawasan
            Anak diajarkan cara bereaksi yang dapat diterima jika suatu emosi terangsang. Dapat melalui pelatihan maupun yang lainnya.
Menurut Harlock kemampuan untuk beremosi sudah ada sejak dari bayi yang baru lahir. Di awalidengan gejala keterangsangan umum terhadap stimulasi yang kuat, meskipun demikian bayi tidakterlalu menunjukkan emosinya dgn jelas masih abstrak dan tidak jelas juga masih sederhana sepertimenangis keras dsbSemakin meningkat usia anak semakin jelas terlihat reaksi emosional yg dpt dibedakan . karenaperkembangan emosi dipengaruhi faktor kematangan dan belajar maka otak manusia yang lbhmatang memiliki lbh banyak emosi dan seberapa mampu individu menerima rangsang sbg prosesbelajar. Perbedaan emosi wanita dan pria di tentukan oleh harapan harapan tertentu.

Emosi negatif pada dasarnya dapat diredam sehingga tidak menimbulkan efek negatif. Beberapa cara untuk meredam emosi adalah :
1.      berfikir positif.
2.      mencoba belajar memahami karakteristik orang lain.
3.      mencoba menghargai pendapat dan kelebihan oranglain.
4.      introspeksi dan mencoba melihat apabila kejadian yang sama terjadi pada diri sendiri,mereka dapat merasakannya.
5.       bersabar dan menjadi pemaaf.
6.      mengalihkan perhatian, yaitu mencoba mengalihkan perhatian pada objek lain dariobjek yang pada mulanya memicu pemunculan emosi negatif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar